Minggu, 04 Desember 2011

puisi : "SEBUAH MIMPI"

Saya punya mimpi,
Bahkan jika aku dibuang atau mencabik-cabik
Jauh di dalam hatiku
Saya punya mimpi sama berharganya seperti gem

Jika kebetulan, tanpa alasan,
Seseorang mentertawakan saya di belakang saya
Aku harus sabar
Aku akan menunggu hanya untuk hari itu.

Seperti Anda selalu khawatir,
Anda mengatakan bahwa mimpi bodoh beracun.
Sama seperti sebuah buku yang memberitahu kita tentang akhir dunia
Ada kenyataan bahwa kita tidak bisa kembali sudah

Ya, saya punya mimpi.
Saya percaya dalam mimpi itu
Harap mengawasi saya
Berdiri di depan dinding yang dingin yang disebut nasib
Saya sangat bisa menghadapinya

Suatu hari Aku akan lewat dari dinding itu
Dan bisa terbang
Setinggi langit
Hal ini disebut kehidupan yang berat tidak bisa mengikat saya
Pada akhir kehidupan saya, pada hari lain yang saya bisa tersenyum, mari kita bersama-sama

Ya, saya punya mimpi.
Saya percaya dalam mimpi itu
Harap mengawasi saya
Berdiri di depan dinding yang dingin yang disebut nasib
Saya sangat bisa menghadapinya

Suatu hari Aku akan lewat dari dinding itu
Dan bisa terbang
Setinggi langit
Hal ini disebut kehidupan yang berat tidak bisa mengikat saya
Pada akhir kehidupan saya, pada hari lain yang saya bisa tersenyum, mari kita bersama-sama

Ya aku, aku punya impian
Saya percaya dalam mimpi itu.
Harap mengawasi saya
Berdiri di depan dinding yang dingin yang disebut nasib.
Saya sangat bisa menghadapinya

Suatu hari Aku akan lewat dari dinding itu
Dan bisa terbang
Setinggi langit
Hal ini disebut kehidupan yang berat tidak bisa mengikat saya
Pada akhir kehidupan saya, pada hari lain yang saya bisa tersenyum, mari kita bersama-sama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar